Apa yang dilakukan jika terjadi salah posisi ?
Salah posisi biasa terjadi jika trading berdasarkan short term trend, tetapi bisa diantisipasi dengan management risk, beberapa management risk yang biasa diterapkan trader adalah:
1. Averaging
Mengambil posisi yang sama setelah beberapa points salah posisi
Contoh: trader x mengambil 1 posisi sell EUR/USD diharga 1.4550, lalu terjadi salah posisi setelah 100 points atau pada harga 1.4650 trader x melakukan averaging dengan membuka 1 posisi sell baru, keuntungan bisa didapatkan setelah harga turun 60 points dari level 1.4650, sehingga tidak perlu menunggu harga kembali ke level 1.4550 untuk mengambil keuntungan.
2. Locking / Hedging
Mengambil posisi berlawanan jika terjadi salah posisi.
Contoh: trader x mengambil posisi sell EUR/USD diharga 1.4550, lalu harga naik ke 1.4600, untuk meminimalkan kerugian maka trader x membuka posisi buy di level tersebut. Posisi Locking atau Hedging tersebut bukan berarti rugi karena belum ada posisi yang ditutup. Disaat harga naik lagi ke level 1.4650, trader x menutup posisi buy dengan keuntungan 50 points, dan disaat posisi sell BEP atau kembali ke level 1.4550, posisi tersebut bisa dituutp tanpa mengalami kerugian.
3. Double Cover
Mengambil posisi 2 kali lipat dari posisi pertama
Contoh:
A. Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan double cover dengan membuka posisi sell 2 lot pada level tersebut, sehingga trader x hanya membutuhkan 25 points lebih untuk mendapatkan keuntungan.
B. Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4575, lalu trader x melakukan double cover dengan membuka posisi 2 lot buy pada level tersebut. Harga terus naik ke level 1.4610, pada level ini trader x telah mendapatkan keuntungan dan semua posisi bisa langsung ditutup.
4. Cut Lost
Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan cut lost untuk meminimalkan kerugian karena menurut analisanya harga akan terus naik.
5. Cut and Reverse
Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan cut lost untuk meminimalkan kerugian karena menurut analisanya harga akan terus naik tetapi langsung membuka posisi 1 lot buy EUR/USD di level tersebut. Sehingg dibutuhkan lebih dari 50 points untuk menutupi kerugian posisi sebelumnya dan mengambil keuntungan.
6. Cut and Double Lot
Trader x mengambil posisi 1 lot sell EUR/USD di level 1.4550, tetapi harga naik ke 1.4600, lalu trader x melakukan cut lost untuk meminimalkan kerugian karena menurut analisanya harga akan terus naik tetapi langsung membuka posisi 2 lot buy EUR/USD di level tersebut. Sehingga hanya dibutuhkan 25 points lebih untuk menutupi kerugian posisi sebelumnya dan mengambil keuntungan.